Job Indonesia Site

Tampilkan postingan dengan label profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profesional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Agustus 2010

How to conduct an effective and professional interview

To conduct a successful interview is to obtain all of the information from your subject in a courteous and open-minded fashion. Whether you are interviewing someone for a paper you are writing, or interviewing them for a job, these tips will help you achieve your goal.

If you must go to your subject's office or home, please call ahead to confirm the appointment. Be courteous to the person's office staff if you have a chance to speak with them on the phone. Being nice to a secretary or administrative assistant can pay dividends down the road.

On the day of your interview, arrive at your location between ten to fifteen minutes ahead of the scheduled time. Doing so gives you two advantages. First, you are giving the subject the impression that you are prepared and that this interview means a lot to you. Secondly, you can finalize any notes you have or jot down last minutes questions for the interview. Apologizing for being late is simply not the way to begin.

More than anything, the first two or three questions should set the tone for the interview. Make them strong. Do not be afraid to exchange pleasantries at first, including asking the subject about his or her background in order to make them feel comfortable. However, once the interview is underway, make your first impression count. If you have researched thoroughly, you should have no problem.

Listen to your subject's answers carefully. Do not be afraid to pose follow-up questions. Should your subject pose an intriguing answer or leave an answer incomplete, do not be in a hurry to move on. Give him or her five seconds to fill in the blanks. You will be surprised at how them may attempt to fill the gap.

If your interview subject is moving away from a certain topic or wants to change the subject, do not resist. However, this does not mean that you cannot revisit the material later. Should you have the time, take a coffee or soda break. Later, open the topic up to discussion again. There may be rumors floating around about your subject, and you may have a chance to clear them up. Approach your subject in this manner. Get them to view you as an ally. If you have two interviews scheduled with your subject, bring up the topic in the second one.

Whatever answers your subject gives, never act overtly surprised or taken aback. Doing so may cause the person to realize how much of an impression they have made. They may take back what they said, or attempt to minimize its impact. Remaining unmoved by a response may cause your subject to add even more detail than his or her original response contained. At the end of the interview, always thank your subject for his or her time, both orally and in the form of a thank you note or letter.

These tips, combined with preparation and research on your subject, will lead you to a provacative yet professional interview.


Bookmark and Share 

Selasa, 13 Juli 2010

Profesionalisme Dalam Usia Muda

Steve adalah seorang konsultan yang baru bekerja selama satu tahun di salah satu perusahan konsultan, Steve adalah lulusan dari luar negeri yang mendapat prestasi yang baik dari Universitasnya. Selama bekerja di perusahannya selalu dia bekerja dengan baik dan orang yang ada dalam satu team dengannya selalu menilai Steve orang yang professional, hanya saja ada klien yang baru kenal dengan Steve menganggap remeh karena usia Steve masih muda. dengan jabatan yang dipegang adalah seorang konsultan. Apalagi klien yang dihadapi seorang Top Manager yang usia lebih tua dan berpengalaman, tetapi setelah orang tersebut mengetahui cara kerjanya maka orang-orang tersebut mengakui Steve sebagai orang berprofesionalisme dalam bekerja.

Kejadian diatas mungkin sering dialami oleh para profesionalisme muda termasuk Anda. Dalam kasus yang berbeda sering juga para profesionalisme muda dianggap remeh oleh para rekan kerja mereka yang senior.
Penilaian oleh para senior yang seringkali menganggap remeh profesionalisme muda akan bisa memberikan dampak yang sangat merugikan bagi sang profesionalisme muda jika tidak menanggapinya secara elegan, kesalahan dalam menyikapi kondisi tersebut dapat berakibat gagalnya sang profesinalisme muda memperoleh proyek yang diinginkan, tidak mendapatkan promosi bahkan justru menjadi rival ( lawan ) bagi rekan kerjanya sendiri. Demi mejaga kelangsungan karir maka perlu beberapa usaha untuk mengubah penilaian para profesionalisme senior atau rekan anda sehingga mendapat respek.
Bagaimana cara mereka kagum dan menghormati Anda ? beberapa cara dibawah ini mungkin patut anda pertimbangkan :

1. Kenali karir.
Profesionalisme muda hendaklah memilih karir sesuai dengan pendidikan, skill dan pengalamannya, hal ini sangat penting untuk menentukkan sukses atau tidak seorang profesionalisme muda dalam berkarir.
Jadi segala sesuatunya harus bicara secara realistis, artinya jangan sekali-kali seorang profesionalisme melakukan sesuatu pekerjaan yang bukan profesinya akan berakibat fatal.

2. Ikuti Aturan.
Dalam dunia kerja selalu ada aturan kerja yang tidak tertulis maupun tidak tertulis seperti contoh cara berpakaian didalam kerja tidak ada aturan yang memaksakan karyawan harus berpakaian yang diinginkan oleh perusahan.
Sehebat apapun anda atau seberapa banyak pun gelar yang anda miliki aturan dan norma-norma yang ada dalam perusahan harus anda ikuti.
Anda seorang profesionalisme muda haruslah lebih banyak menyesuaikan budaya perusahan yang ada dalam perusahan tersebut.
Tindakan tersebut akan memperoleh nilai positip dan mengurangi gap antara senior dan yunior terutama anda sebagai seorang yang profesionalisme yang muda.
3. Terus belajar.
Seorang profesionalisme muda yang kaya akan ilmu dan skill sebaiknya tidak merasa cukup puas terhadap apa yang dimiliki sekarang, sebaik terus belajar dengan seniornya untuk mendalami pengetahuan yang lain agar pengetahuan bertambah terus.
Bila ada sesuatu ada pekerjaan yang kecil janganlah anggap remeh, tetapi lakukanlah dengan baik dan senang sehingga orang lain terutama senior anda akan memberikan respon yang positip
4. Hargai perbedaan
Tidak selamanya apa yang telah dilakukan oleh profesionalisme muda berjalan mulus terutama mengenai gaya dan budaya kerja yang telah dilakukannya seringkali tidak mendapat respon positip oleh para seniornya.
Tindakan yang baik yang harus dilakuakn oleh profesionalisme muda sebaiknya menghargai dan menerima perbedaan tersebut untuk memperkaya dan menambah wawasan pengetahuan bagi profesionalimes muda.
5. Rendah hati.
Dalam bekerja seringkali kita dituntut bekerja dengan sikap yang rendah hati, artinya mau mendelegasikan kepada orang lain yang mempunyai kompetensi terhadap bidang pekerjaanya yang dikuasainya.
Seorang profesionalisme muda harus berani menolak tawaran pekerjaan yang bukan kompetensinya

Selain cara-cara yang diatas, mungkin saja ada cara yang lain yang bisa Anda lakukan, akan tetapi perlu diingat usia muda tidak mengahalangi anda untuk meraih sukses.
Semoga berhasil......

visijobs.com

Bookmark and Share 

Label

Careers (451) Indonesia Vacancy (451) Jobs Indonesia (451) interview (54) resume (48) job search (25) cover letter (19) Success (17) business (11) job hunting (11) salary (9) job (8) hobby (7) job seeker (6) negotiating (6) teen (6) dream job (5) money (5) online (5) dream career (4) employee (4) finding job (4) internet (4) tips (4) work (4) career (3) career tips (3) job vacancy (3) jobseeker (3) market (3) pilot (3) Confidence (2) Data Entry (2) airline (2) change (2) child (2) experience (2) first job (2) pay (2) planning (2) profesional (2) promotion (2) skills (2) starting job (2) succed (2) succes (2) teacher (2) tricky (2) website (2) woman (2) writer (2) CV (1) HRD (1) IT (1) Job Fairs (1) Job seekers (1) Medical Interviews (1) Portfolio (1) Soichiro Honda (1) active people (1) agriculture (1) analyze (1) application (1) art (1) astronaut (1) attitude (1) bad interview (1) business Articles (1) career fairs (1) contract (1) degree (1) dress (1) economic (1) email (1) employers (1) energy (1) entry level (1) facebook (1) fake (1) fashion (1) film (1) first day (1) freelance (1) fun (1) future (1) geologist (1) green works (1) habits (1) happy (1) hire (1) home (1) hospital (1) ideal career (1) interview disasters (1) j (1) job description (1) jobless (1) jobs (1) kisah (1) kreatif (1) level job (1) life (1) looking (1) manager (1) marketing (1) moms (1) motivation (1) network (1) new career (1) new job (1) next job (1) nurse (1) nurses (1) part-time job (1) pengetahuan (1) personal branding (1) police (1) preparing (1) questions (1) radio (1) reason (1) recession (1) recruitment (1) requirement (1) salesman (1) school (1) secret (1) shopping (1) smart (1) start (1) start career (1) supervisior (1) twitter (1) upgrade (1) workplace (1)

top of blog LOWONGAN AKUNTANSI

TopOfBlogs